Kamis, 11 Agustus 2016

Kumpulan Puisi - Puisi Ciptaan Sendiri

TANDA DI KARTU MERAH
Jantungku berdebar – debar
Ketika ku lihat tandai itu
Tanda yang beda dan tak biasa
Tanda yang membuatku berfikir :
Apakah ini pertanda baik atau buruk ?

Tanda itu ku amati dengan cermat
Seperti tanda kali yang tergores disitu

Jantungku semakin berdebar – debar
Melihatnya dengan penuh pertanyaan
Yang membuatku semakin tak mengerti
Apakah makna dari tanda itu ?

Semakin ku amati tanda itu
Rasanya air mata ini ingin menetes
Sebab bayang – bayang buruk menghantuiku

Jangan – jangan ! Jangan sampai !
Oh.... Tidak
L

Ya Allah....
Semoga tanda itu pertanda baik untukku
Amin Ya robbal ‘alamin

Polewali Mandar,
Selasa, 03 November 2015







PERGI TAK KEMBALI

Ku tak sangka
Akan seperti ini jadinya
Kau pergi meninggalkanku disini
Bersama kenangan yang tlah kita ukir berdua
Suka dan duka kita lewati bersama
Kau bagaikan malaikat dalam hidupku
Yang selalu ada untukku
Selalu ada menemaniku

Tapi ....
Kini kau telah tiada
Kau pergi jauh di alam sana
Jauh....
Jauh....
Dan sangat jauh untuk ku gapai
Tanpa izin Sang Maha Kuasa

Mungkinkah kita akan bertemu lagi ?
Dan saling mengenal satu sama lain
Di alam nan Abadi itu ?

Aku hanya berharap
Kelak nanti kita akan bersama lagi
Seperti dahulu kala.

(Untuk Sang Nenek Tercinta)

Polewali Mandar,
Rabu, 04 November 2015



HUJAN DI PAGI INI
Mentari tak nampak di ufuk timur
Awan biru kini menjadi gelap
Cahaya pagi tak ada lagi
Hanya setitik air yang menetes ke tanah
Lalu setitik air itu memanggil kawan – kawannya
Mereka bersorak ria dan bernyanyi di atas genteng – genteng rumah
Bagaikan paduan suara yang sedang konser
Memainkan nada – nadanya yang indah

Hujan di pagi ini....
Nadamu begitu indah
Hingga merasuk ke dalam tubuhku
Membuatku terlelap tak ingin bangkit
Di tempat yang begitu empuk
Dengan pelukan selimut yang tebal

Hujan di pagi ini....
Kau seperti menina-bobokan aku
Menghipnotis diriku
Agar ku tetap terlelap sepanjang hari

Dan kau pun berhasil
Dengan segala tipu dayamu itu
Hujan di pagi hari.

Polewali Mandar,
Kamis, 05 November 2015






SARIAWAN DATANG PADAKU
Jadi seperti inikah rupamu
Bentukmu bulat, bagaikan kuali gorengan
Bentukmu cekung, bagaikan topi bajingan
Kau membuat mataku kenyang
Akan nikmatnya makanan yang ada dihadapanku
Kau membuat aku langsing
Karena aku terus memikirkanmu

Sariawan Oh Sariawan....
Ini semua salahku
Membuatmu terpanah padaku
Dengan bantuan temanmu
Kau akhirnya berhasil masuk ke dalam mulutku

Sariawan Oh Sariawan....
Temanmu begitu menyiksaku
Si panas dalam yang membuat bibirku kaku
Rasanya dia ingin meninggalkanku
Tanpa si bibir sehat aku tak dapat hidup

Sariawan Oh Sariawan....
Aku harap kau segera pergi
Pergi jauh selagi kau mampu melarikan diri
Sebelum aku marah padamu
Dan membunuhmu.

Polewali Mandar.
Jum'at,06 November 2015





SARIAWAN MATI KU BUNUH
Sudah kukatakan sedari dulu
Pergilah selagi kau mampu melarikan diri
Tapi kau sangat keras kepala
Dan mengacuhkanku

Sariawan Oh Sariawan....
Maafkan daku
Aku harus membunuhmu
Dengan racun yang telah kusediakan untukmu
Kau harus terkubur selama – lamanya di dalam mulutku
Hingga kau tak dapat hidup dan muncul lagi menyakitiku.

Polewali Mandar.
Jum'at,06 November 2015




FLU DAN BATUK
Baru sekejap sariawan mati
Kini berganti lagi dengan yang baru
Oh... betapa lengkaplah sudah yang kurasakan
Derita diawal bulan ini.

Kepala berputar bagaikan baling – baling helikopter
Hidungpun sudah merah jambu
Yang selalu bernada “Hassing,Hassing,Hassing”
Dan mata yang selalu ingin berenang dengan gaya sayup
Membawa aku pada suhu yang tak tentu
Badanku bagaikan melayang diatas awan

Ah.... Flu
Kau datang lagi padaku
Bersama kawan lamamu itu,Si batuk.
Kalian mencoba menghalangiku
Untuk menulis puisi di malam ini
Tapi maaf, itu tak akan berhasil
Flu dan Batuk.


Polewali Mandar.
Jum'at,06 November 2015



KURSI CINTA
Ketika raga ini jauh berkelana
Kutemukan dirimu di pojok sana
Kau menatapku
Dan aku tersenyum padamu

Ku cari pangkuan diriku
Namun ku tak menemukannya
Kau pun datang padaku
Memberikan pangkuan itu

Oh.... Tuhan
Ketika mataku dan matanya bertemu
Jantung ini berdebar – debar
Aku tak mampu menatapnya lagi
Mungkinkah ini cinta ?

Polewali Mandar.
Sabtu,07 November 2015



ALAMAT BURUK
Dua buah mata semangka
Tertidur dibegasi motorku
Membuat tanda di rok hitamku
Sebuah tanda sobekan panjang

Astagfirullah....
Alamat buruk mengintaiku hari ini
Si merah jambu selalu ada disekitarku
Karenanya pula
Tanganku menjerit kesakitan

Huh.... alamat buruk lagi
Aku terjebak di gedung yang megah
Gedung rekreasi menurut penghuninya
Gedung yang seharusnya para orang sakit dirawat
Astagfirullah....
Astagfirullah....

Polewali Mandar.
Sabtu,14 November 2015




GUNDAH
Alam nan sunyi,sepi
Mentari hilang ditelan malam
Angin berhenti bernafas
Cicak di tembokpun seakan bernyanyi
Bernyanyi menghibur diriku
Yang sedang gundah

Termenung pikiran melayang
Menatap langit tak bersuara
Menerawang bayangan masa lalu
Mengingat kembali memori lama

Oh.... Sang pemberi cinta
Hapuslah dia dari mimpi burukku
Karena ku tahu
Yang terbaik adalah pilihan-Mu

Polewali Mandar.
Selasa,24 November 2015


GURU (Memperingati Hari Guru,25 November 2015)
Jikalau matahari tiada
Maka bulan pun tiada
Jagat raya ini akan bisu
Dunia pun akan gelap dan bisu
Pelangi tiada terpancar
Warna – warni kehidupan tiada pula
Begitupun dirimu, Guru.

Engkau tercipta menerangi diri kami
Menerangi jiwa kami yang gelap
Menerangi hati kami yang ditikam kebodohan

Engkau bagaikan cahaya dalam kegelapan
Bagaikan angin
Yang selalu berbisik tentang kebaikan
Bagaikan embun di tanah yang gersang
Bagaikan perisai dalam perang
Engkaulah penyelamat dalam mimpi buruk kami
Guru....
Hatimu  senang ketika kami bisa dan mengerti
Tapi rasa itu hilang ketika kami nakal
Terkadang kami membuatmu marah
Membuatmu membisu memikirkan kami
Meskipun seperti itu
Engkau tak pernah jemu
Memberikan kasih sayang kepada kami

Guru....
Segenggam cerita terurai bagaikan tinta
Terukir pada selembar kertas
Bila tanpa dirimu
Aku tak kan pernah tahu
Jadi apa aku dan untuk apa aku ?
Aku akan tetap merindukan sosok dirimu
Sesosok budi yang terpuji

Kemarin... hari ini... bahkan nanti
Semangat sosok guru
Akan terus berkobar
Dan tak pernah habis
Walaupun hayat menjemput dirimu
Guru,kaulah pahlawan tanpa lencana
Terima kasih guru
Atas didikanmu selama ini.

Polewali Mandar.
Rabu,25 November 2015