TANDA DI KARTU MERAH
Jantungku berdebar – debar
Ketika ku lihat
tandai itu
Tanda yang beda dan tak biasa
Tanda yang beda dan tak biasa
Tanda yang
membuatku berfikir :
Apakah ini
pertanda baik atau buruk ?
Tanda itu ku amati
dengan cermat
Seperti tanda kali
yang tergores disitu
Jantungku semakin
berdebar – debar
Melihatnya dengan
penuh pertanyaan
Yang membuatku
semakin tak mengerti
Apakah makna dari tanda itu ?
Apakah makna dari tanda itu ?
Semakin ku amati
tanda itu
Rasanya air mata
ini ingin menetes
Sebab bayang – bayang buruk menghantuiku
Sebab bayang – bayang buruk menghantuiku
Jangan – jangan !
Jangan sampai !
Oh.... Tidak L
Ya Allah....
Semoga tanda itu pertanda baik untukku
Amin Ya robbal ‘alamin
Oh.... Tidak L
Ya Allah....
Semoga tanda itu pertanda baik untukku
Amin Ya robbal ‘alamin
Polewali Mandar,
Selasa, 03 November 2015
PERGI TAK KEMBALI
Ku tak sangka
Akan seperti ini jadinya
Kau pergi meninggalkanku disini
Bersama kenangan yang tlah kita ukir berdua
Suka dan duka kita lewati bersama
Kau bagaikan malaikat dalam hidupku
Yang selalu ada untukku
Selalu ada menemaniku
Tapi ....
Kini kau telah tiada
Kau pergi jauh di alam sana
Jauh....
Jauh....
Dan sangat jauh untuk ku gapai
Tanpa izin Sang Maha Kuasa
Mungkinkah kita akan bertemu lagi ?
Dan saling mengenal satu sama lain
Di alam nan Abadi itu ?
Aku hanya berharap
Kelak nanti kita akan bersama lagi
Seperti dahulu kala.
(Untuk Sang Nenek Tercinta)
Polewali Mandar,
Rabu, 04 November 2015
HUJAN DI PAGI INI
Mentari tak nampak di ufuk timur
Awan biru kini menjadi gelap
Cahaya pagi tak ada lagi
Hanya setitik air yang menetes ke tanah
Lalu setitik air itu memanggil kawan – kawannya
Mereka bersorak ria dan bernyanyi di atas genteng –
genteng rumah
Bagaikan paduan suara yang sedang konser
Memainkan nada – nadanya yang indah
Hujan di pagi ini....
Nadamu begitu indah
Hingga merasuk ke dalam tubuhku
Membuatku terlelap tak ingin bangkit
Di tempat yang begitu empuk
Dengan pelukan selimut yang tebal
Hujan di pagi ini....
Kau seperti menina-bobokan aku
Menghipnotis diriku
Agar ku tetap terlelap sepanjang hari
Dan kau pun berhasil
Dengan segala tipu dayamu itu
Hujan di pagi hari.
Polewali Mandar,
Kamis, 05 November 2015
SARIAWAN DATANG PADAKU
Jadi seperti inikah rupamu
Bentukmu bulat, bagaikan kuali gorengan
Bentukmu cekung, bagaikan topi bajingan
Kau membuat mataku kenyang
Akan nikmatnya makanan yang ada dihadapanku
Kau membuat aku langsing
Karena aku terus memikirkanmu
Sariawan Oh Sariawan....
Ini semua salahku
Membuatmu terpanah padaku
Dengan bantuan temanmu
Kau akhirnya berhasil masuk ke dalam mulutku
Sariawan Oh Sariawan....
Temanmu begitu menyiksaku
Si panas dalam yang membuat bibirku kaku
Rasanya dia ingin meninggalkanku
Tanpa si bibir sehat aku tak dapat hidup
Sariawan Oh Sariawan....
Aku harap kau segera pergi
Pergi jauh selagi kau mampu melarikan diri
Sebelum aku marah padamu
Dan membunuhmu.
Polewali Mandar.
Jum'at,06 November 2015
SARIAWAN MATI KU BUNUH
Sudah kukatakan sedari dulu
Pergilah selagi kau mampu melarikan diri
Tapi kau sangat keras kepala
Dan mengacuhkanku
Sariawan Oh Sariawan....
Maafkan daku
Aku harus membunuhmu
Dengan racun yang telah kusediakan untukmu
Kau harus terkubur selama – lamanya di dalam mulutku
Hingga kau tak dapat hidup dan muncul lagi menyakitiku.
Polewali Mandar.
Jum'at,06 November 2015
FLU DAN BATUK
Baru sekejap sariawan mati
Kini berganti lagi dengan yang baru
Oh... betapa lengkaplah sudah yang kurasakan
Derita diawal bulan ini.
Kepala berputar bagaikan baling – baling helikopter
Hidungpun sudah merah jambu
Yang selalu bernada “Hassing,Hassing,Hassing”
Dan mata yang selalu ingin berenang dengan gaya sayup
Membawa aku pada suhu yang tak tentu
Badanku bagaikan melayang diatas awan
Ah.... Flu
Kau datang lagi padaku
Bersama kawan lamamu itu,Si batuk.
Kalian mencoba menghalangiku
Untuk menulis puisi di malam ini
Tapi maaf, itu tak akan berhasil
Flu dan Batuk.
Polewali Mandar.
Jum'at,06 November 2015
KURSI CINTA
Ketika raga ini jauh berkelana
Kutemukan dirimu di pojok sana
Kau menatapku
Dan aku tersenyum padamu
Ku cari pangkuan diriku
Namun ku tak menemukannya
Kau pun datang padaku
Memberikan pangkuan itu
Oh.... Tuhan
Ketika mataku dan matanya bertemu
Jantung ini berdebar – debar
Aku tak mampu menatapnya lagi
Mungkinkah ini cinta ?
Polewali Mandar.
Sabtu,07 November 2015
ALAMAT BURUK
Dua buah mata semangka
Tertidur dibegasi
motorku
Membuat tanda di
rok hitamku
Sebuah tanda
sobekan panjang
Astagfirullah....
Alamat buruk
mengintaiku hari ini
Si merah jambu
selalu ada disekitarku
Karenanya pula
Tanganku menjerit
kesakitan
Huh.... alamat
buruk lagi
Aku terjebak di
gedung yang megah
Gedung rekreasi
menurut penghuninya
Gedung yang
seharusnya para orang sakit dirawat
Astagfirullah....
Astagfirullah....
Polewali Mandar.
Sabtu,14 November 2015
GUNDAH
Alam nan sunyi,sepi
Mentari hilang ditelan malam
Angin berhenti bernafas
Cicak di tembokpun seakan bernyanyi
Bernyanyi menghibur diriku
Yang sedang gundah
Termenung pikiran melayang
Menatap langit tak bersuara
Menerawang bayangan masa lalu
Mengingat kembali memori lama
Oh.... Sang pemberi cinta
Hapuslah dia dari mimpi burukku
Karena ku tahu
Yang terbaik adalah pilihan-Mu
Polewali Mandar.
Selasa,24 November 2015
GURU (Memperingati Hari Guru,25 November 2015)
Jikalau matahari tiada
Maka bulan pun tiada
Jagat raya ini akan bisu
Dunia pun akan gelap dan bisu
Pelangi tiada terpancar
Warna – warni kehidupan tiada pula
Begitupun dirimu, Guru.
Engkau tercipta menerangi diri kami
Menerangi jiwa kami yang gelap
Menerangi hati kami yang ditikam kebodohan
Engkau bagaikan cahaya dalam kegelapan
Bagaikan angin
Yang selalu berbisik tentang kebaikan
Bagaikan embun di tanah yang gersang
Bagaikan perisai dalam perang
Engkaulah penyelamat dalam mimpi buruk kami
Guru....
Hatimu senang
ketika kami bisa dan mengerti
Tapi rasa itu hilang ketika kami nakal
Terkadang kami membuatmu marah
Membuatmu membisu memikirkan kami
Meskipun seperti itu
Engkau tak pernah jemu
Memberikan kasih sayang kepada kami
Guru....
Segenggam cerita terurai bagaikan tinta
Terukir pada selembar kertas
Bila tanpa dirimu
Aku tak kan pernah tahu
Jadi apa aku dan untuk apa aku ?
Aku akan tetap merindukan sosok dirimu
Sesosok budi yang terpuji
Kemarin... hari ini... bahkan nanti
Semangat sosok guru
Akan terus berkobar
Dan tak pernah habis
Walaupun hayat menjemput dirimu
Guru,kaulah pahlawan tanpa lencana
Terima kasih guru
Atas didikanmu selama ini.
Polewali Mandar.
Rabu,25 November 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar